Banjir besar-besaran yang terjadi di akhir tahun 2007 lalu sampai awal 2008, tidak hanya karena luapan Bengawan Solo, tetapi di beberapa daerah lain, khususnya di Purwodadi, Kudus dan Pati terjadi karena “aliran sesat” yang terjadi di sepanjang jalur sungai Serayu.

Banjir bahkan terjadi sampai ke Kecamatan Mejobo, di mana H. Nusron Wahid tinggal, walaupun air tidak sampai meluber ke rumah H. Nusron Wahid di Kauman Mejobo Kudus. Sontak, segala daya upaya dikerahkan untuk membantu korban banjir meringankan beban & penderitaan yang dialaminya.

Untunglah banyak kolega H. Nusron Wahid yang berempati & segera merespon dengan mengirimkan sejumlah bantuan bahan makanan dan obat-obatan, sehingga korban banjir di Kecamatan Kudus masih dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Bersama-sama dengan Yayasan Ngalap Berkah, Yayasan As Saidiyyah, Yayasan Nurul Yasin, BMT Bina Mitra Mandiri dan sejumlah kelompok masyarakat lainnya, H. Nusron Wahid mendirikan posko peduli bencana di lokasi-lokasi pengungsian. Bahkan, rumah H. Nusron Wahid yang biasanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, berubah fungsi menjadi tempat pengungsian.

Alhamdulillah, banjir sudah surut…